Search

Popular Posts

Showing posts with label Kuno. Show all posts
Showing posts with label Kuno. Show all posts

Berbagai Ajang Olahraga

Berikut beberapa daftar ajang olahraga berdasarkan wikipedia.org, masih banyak ajang olahraga lain yang belum tercantum.
 
Regional / Internasional
dikutip dari : wikipedia.org

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ajang Olahraga Yunani Kuno

Orang Yunani kuno terkenal atas kemampuan mereka dalam lahraga atletik. Homeros menjelaskan bagaimana para pahlawan adalah prajurit tangguh dan atlet hebat. Kebutuhan untuk menunjukkan penampilan fisik dan kemampuan atletik merupakan sarana hiburan bagi para aristokrat dan prajurit. Orang Yunani kuno dalam seni seringkali ditampilkan dengan fisik yang kuat, bahkan dewa muda seperti Apollo sekalipun.
Kekuatan, stamina, dan kecepatan adalah sangat penting untuk orang Yunani. Melalui latihan dan kompetisi, mereka berharap menjadi seperti dewa.

Di Yunani kuno, ada empat Perlombaan Panhellen (Pesta Olahraga Yunani kuno) yang paling terkenal. Meskipun ajang olahraga ini dimulai pada awal milenium pertama SM, beberapa penulis berpendapat bahwa itu dimulai setelah kedatangan bangsa Doria, Ionia, dan Aiolia, yang merupakan leluhur bangsa Yunani. Para penulis ini menempatkannya pada Zaman Perunggu atau Zaman Pahlawan, yakni pada masa peradaban Minoa dan Mikenai
Dari empat Pesta Olahraga ini, Olimpiade menjadi yang paling penting dan sakral. Selama Olimpiade, kota-kota yang sedang berperang untuk sementara melakukan gencatan senjata, dengan demikian semua orang bisa berpartisipasi (kecuali orang asing, perempuan, dan budak).

Cabang olahraga yang dipertandingkan di antaranya adalah balap lari, lompat jauh, lempar cakram, lempar lembing, gulat, tinju, dan balap kereta perang. Pemenangnya biasanya dihadiahi dengan mahkota dari dedaunan.
Dalam Pesta Olahraga Pithia, diadakan kontes musik dan menyanyi. Hal ini diikuti oleh Pesta Olahraga Isthmos dan Nemea, yang juga memperlombakan kontes atletik dan musik.

Ada satu pesta olahraga yang berbeda dari empat ajang lainnya, yaitu Pesta Olahraga Heraia. Dalam kompetisi ini, hanya perempuan yang boleh ikut serta. Ajang ini dinamai dari nama dewi Hera dan kemungkinan lebih tua dari pesta olahraga lainnya.
Ada juga kontes dan perlombaan yang diadakan pada saat festival, misalnya dalam festival Panathenaia di Athena, dan Delia di pulau Delos. Selain itu, ada kompetisi yang hanya digelar sekali, contohnya adalah perlombaan dalam rangka pmeakaman. Perlombaan ini dilakukan setelah pembakaran mayat raja atau pahalwan. Meskipun skalanya lebih kecil, perlombaan jenis ini lebih tersebar luas. Pesta Olahraga Nemea sendiri pada awalnya digelar untuk memperingati kematian Ofeltes. Namun kemudian acara ini diselenggarakan secara rutin lima tahun sekali. Perseus secara tidak sengaja membunuh kakeknya dalam suatu perlombaan pemakaman. Perlombaan pemakaman yang besar digelar untuk raja Pelias dari Iolkos, dan banyak pahalwan yang ikut serta, termasuk seorang perempuan, Atalanta. Ketika Patroklos meninggal, digelar perlombaan pemakaman dan Akhilles, sahabat Patroklos, mengorbankan dua belas orang Troya dan dua belas kuda. Perlombaan pemakaman juga digelar setelah kematian Akhilles.

dikutip dari : wikibooks.org

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Atlet Tertua dalam Olimpiade

Siapakah atlet tertua yang pernah berkecimpung di Olimpiade dan sukses merebut medali emas?

Hiroshi Hoketsu, atlet berkuda asal Jepang
Anda mungkin akan langsung merujuknya pada sosok Hiroshi Hoketsu, atlet berkuda halang rintang (dressage) asal Jepang. 
Ya, tidak salah, sebab Hoketsu adalah salah satunya. Saat ini, Hoketsu berusia 71 tahun pada 28 Maret 2012 lalu. Walau usianya sudah tak muda lagi, Hoketsu lolos mengikuti Olimpiade London 2012. Hoketsu pertama kali tampil dalam ajang Olimpiade pada 1964. Saat itu ia menempati posisi ke-40 dalam olahraga berkuda dressage. Namun, ia tak patah arang. Pria kelahiran Okinawa, 28 Maret 1941 ini terus memperbaiki diri. Terbukti, pada Olimpiade Seoul 1988 ia berhasil lolos kualifikasi, sampai Olimpiade London 2012 pun dia kembali terpilih. Ini membuktikan, semakin tua usianya, justru ia semakin pandai dan menguasai tehnik berkuda yang baik. Ini patut dicontoh.
Saat ini ia tengah mempersiapkan diri dengan tim nasional Jepang bersama kudanya, Whisper, yang berusia 15 tahun. Hiroshi mengaku lega karena Whisper bisa sembuh dari cedera.
“Tadinya saya hampir menyerah untuk pergi ke London. Saya senang kali ini bisa lolos babak kualifikasi karena tahun lalu kuda saya mengalami kecelakaan kecil. Kuda saya memang sedikit tua tapi dia berada di umur yang bagus. Aku beruntung dia bisa sembuh,” ungkap Hiroshi, sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (18/04/2012).
Keikutsertaan Hoketsu dalam ajang terakbar di dunia itu, menarik perhatian sejumlah media massa. Berbagai surat kabar dunia memuat profil Hoketsu. Namun demikian, hal itu tidak lantas ia jemawa. Hoketsu menyatakan bahwa ia masih harus belajar lagi. Dan salah satu obsesinya adalah mematahkan rekor olahragawan tertua yang ikut di Olimpiade 2016.
Kok? Ya, jika Hoketsu mampu tampil di Olimpiade 2016, maka saat itu usianya mencapai 75 tahun. Dengan usia itu, maka ia akan mematahkan rekor atlet tertua yang ikut di olimpiade. Saat ini, rekor atlet tertua yang ikut olimpiade dipegang oleh Oscar Swahn, atlet menembak asal Swedia dalam usia 72 tahun pada Olimpiade musim panas 1920. Saat itu, itu meraih medali perak untuk cabang 100 meter.

Oscar Swahn, atlet tertua dalam ajang Olimpiade yang meraih medali
Oscar Swahn, pria kelahiran 20 Oktober 1847 di Sewdia itu telah mengikuti tiga kali olimpiade, yakni 1908 dengan dua emas dan satu perunggu. Lalu pada Olimpiade 1912 dengan satu emas dan satu perunggu. Kemudian olimpiade 1916 ia tidak ikut, dan pada 1920 ia kembali ambil bagian dengan meraih satu medali perak. Pada olimpiade 1924, sebenarnya Oscar Swahn masih ingin ikut, sayang ia sudah terlalu tua dan sakit-sakitan. Dan pada 1 Mei 1927, ia meninggal dunia.

Nah, mampukah rekor atlet tertua ini dipecahkan oleh Hoketsu? Kita tunggu saja.

dikutip dari : menujuhijau.blogspot.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Olahraga yang Dihapus Olimpiade

Olimpiade merupakan ajang olahraga internasional empat tahunan yang mempertandingkan cabang-cabang olahraga musim panas dan musim dingin serta diikuti oleh ribuan atlet yang berkompetisi dalam berbagai pertandingan olahraga. Olimpiade merupakan kompetisi olahraga terbesar dan terkemuka di dunia, dengan lebih dari 200 negara berpartisipasi. Berbagai macam jenis olahraga telah dipertandingkan dalam ajang ini, namun beberapa nama olahraga telah dihapus dalam daftar perlombaan. Berikut ini nama-nama olahraga yang telah dihapus dalam daftar.

1. Tug of War

Tidak seperti olahraga lain yang dihentikan pada ajang Olimpiade, tarik tambang (tug of war) merupakan salah satu perlombaan favorit. Diperlombakan dari tahun 1900 hingga 1920, cabang olahraga ini dihentikan dari perlombaan oleh Komite Olimpiade. Meskpun olahraga ini sangat populer di kalangan masyarakat, ternyata olahraga tarik tambang memiliki resiko yang tinggi.
Pada Olimpiade 1908 di London, tim AS memprotes tim tuan rumah, karena sepatu yang digunakan oleh tim Inggris lebih berat, berduri dan ilegal. Tim Inggris yang sebagian besar adalah Polisi menjelaskan bahwa sepatu mereka layaknya sepatu kerja sehari-hari.

2. Jeu De Paume

Jeu de Pume (seperti yang diilustasikan dalam gambar) dilombakan pada Olimpiade London 1908 dan belum pernah diperlombakan kembali setelah Olimpiade 1908, yang mungkin disebabkan karena kekurangan penonton. Olahraga ini merupakan olahraga “elitis”. Hanya terdapat sekitar 20 lapangan jeu de paume yang tersisa di seluruh dunia dan kebanyakan berada di Perancis.
Cabang olahraga yang juga dikenal dengan nama “palm game” merupakan pengembangan dari olahraga tenis.

3. Rope Climbing

Panjat tali (Rope Climbing) merupakan bagian dari cabang olahraga senam pada Olimpiade musim panas 1896 hingga 1932.
Olahraga ini hanya tampil di empat kali Olimpiade, dikarenakan olahraga ini hanya populer di Amerika. Tidak heran olahraga panjat tali ini dengan mudah dimenangkan oleh tim Amerika ketika Olimpiade diselengarakan di Amerika.
Saat diperkenalkan pada Olimpiade modern tahun 1896, pendakian tali dinillai dari bentuk, kecepatan dan pencapaian tali sepanjang 13 meter. Pada tahun 1904 dan 1932, medali diberikan berdasarkan kecepatan. pada tahun 1924 dinilai berdasarkan gaya, yang menjadi bumerang pada saat 22 atlet mencapai skor sempurna.
4. Hot Air Ballooning

Pada tahun 1900 Paris menjadi ajang pameran terbesar di seluruh dunia, dikarenakan perlombaan olahraga balon udara (hot air ballooning) yang merupakan pertama dan terakhr dilombakan. Olahraga ini dihapus karena dinilai terlalu sulit untuk membedakan, terlalu banyak aktivitas di lapangan.
Olahraga ini telah dihapus dari daftar Olimpiade bukan karena keganjilannya, akan tetapi karena larangan olahraga bermotor. Dan meskipun larangan tersebut belum lama ini telah dihapus dari Olympic Charter, olahraga ini tidak diharapkan kembali dalam Olimpiade.

5. Live Pigeon Shooting

Dimasukkannya olahraga menembak merpati pada Olimpiade Paris 1900, menandai pertama kali dalam sejarah, dibunuhnya hewan dengan sengaja pada Olimpiade.
Aturan permainan ini adalah menembak jatuh burung merpati sebanyak mungkin dalam waktu yang telah ditentukan dengan dua kali kesempatan meleset. Olahraga ini hanya dilombakan satu kali pada Olimpiade Paris 1900.

dikutip dari : mobgenic.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Fakta Olimpiade Kuno

Olimpiade kuno hanya boleh ditonton dan diikuti oleh para pria. Sebab para atlet harus bertanding dengan tubuh telanjang, kecuali untuk kesempatan khusus, seperti lomba kereta kuda. Mereka berbusana beraneka ragam untuk menunjukkan status sosial si pemilik kereta dan kuda. Bagi orang Yunani telanjang merupakan cara paling sesuai untuk berolahraga. Mereka bangga kalau memiliki tubuh yang atletis.
Pemenang pertandingan mendapatkan mahkota dedaunan, seperti daun zaitun liar sebagai pengganti medali. Kadang-kadang sang juara diarak masuk kota melalui sebuah lubang yang dibuat khusus pada tembok kota. Mereka dielu-elukan di jalan kota dan disambut pembacaan puisi. Penghargaan lain kepada olahragawan berprestasi berupa pembebasan dari pajak dan mendapat makanan gratis. Beberapa kota juga memberikan bonus uang dalam jumlah besar. Bahkan di kota kediaman pemenang didirikan patung mereka. Banyak patung batu dan perunggu masih tersisa sampai kini dan itulah hadiah paling abadi milik sang juara.
Salah satu bagian cabang atletik yang masih tetap dikenal hingga kini adalah maraton, yakni perlombaan lari sejauh kira-kira 42 km.

Olimpiade mencapai puncaknya di abad ke-6 dan ke-5 SM, tetapi kemudian secara bertahap mengalami penurunan seiring jatuhnya Yunani ke tangan Romawi. Tidak ada konsensus yang menyatakan secara resmi mengenai berakhirnya Olimpiade, namun teori yang paling umum dipegang saat ini adalah pada tahun 393 M, saat Kaisar Romawi, Theodosius menyatakan bahwa semua budaya praktek-praktek kuno Yunani harus dihilangkan. Kemudian, pada tahun 426 M, Theodosius II memerintahkan penghancuran semua kuil Yunani. Setelah itu, Olimpiade tidak diadakan lagi sampai akhir abad ke-19.

dikutip dari : wikipedia.org

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Olimpiade Kuno



Stadion Olimpiade kuno di Olympia, Yunani

Saat ini di wilayah Olympia, Yunani terdapat sekelompok bangunan kecil dan gelanggang di alam terbuka. Sisa-sisa puing gelanggang latihan itu merupakan peninggalan arkeologis yang dilestarikan pemerintah Yunani. Pada pesta Olimpiade kerap terjadi perjanjian perdamaian atau persekutuan antar bangsa. Juga timbul berbagai kegiatan transaksi. Barang-barang yang dijajakan antara lain anggur, makanan, jimat, dan benda-benda ibadah. Olimpiade kuno mempertandingkan cabang-cabang atletik seperti lari, loncat, dan lempar. Ada juga pacuan kuda dan pacuan kereta. Karena aturannya belum baku, para penonton sering terkena lemparan batu atau ditabrak kereta kuda para peserta.

Di Olympia juga masih dijumpai batu-batu yang merupakan pijakan olahraga lari. Pijakan batu itu disusun sedemikian rupa agar para pelari bisa mendapat ruang gerak ke kiri dan ke kanan. Pada saat start para pelari harus menempatkan telapak kaki pada batu-batu pijakan itu. Ada pula panel-panel tentang lomba lari khusus membawa perisai. Lomba ini banyak disukai penonton karena dianggap lucu. Pembukaan Olimpiade selalu diwarnai lomba kereta dengan empat kuda. Sekitar 40 kereta dijajarkan dalam kandang di gerbang keluar. Jarak yang ditempuh hampir 14 km, yakni 12 kali pulang pergi antara dua tiang batu yang ditancapkan di tanah. Berbeda dengan Olimpiade modern, dulu mahkota kemenangan tidak diberikan kepada sais atau joki, melainkan kepada pemilik kereta dan kuda yang umumnya orang-orang kaya. Orang kaya yang haus kehormatan biasanya mengirim paling sedikit tujuh kereta kuda untuk mengikuti perlombaan.

Berbagai pertandingan dalam Olimpiade kuno boleh dikatakan serba keras. Para pelari berpacu secepat-cepatnya tanpa memakai alas kaki. Para penunggang kuda berlomba habis-habisan tanpa pelana atau sanggurdi. Para peloncat membawa pemberat yang diayun-ayunkan untuk menambah dorongan maju. Olahraga yang terkeras adalah pankration, yakni perpaduan antara gulat dan tinju gaya tradisional. Para atlet boleh menyepak atau mencekik lawan, yang tidak diperbolehkan adalah memijit mata, menggigit, dan mematahkan jari. Fairplay benar-benar diperhatikan para atlet. Beberaba artefak purba memperlihatkan adegan tinju antara dua atlet. Pemenang adu tinju adalah pihak yang dapat memukul kepala lawan. Pihak yang kalah harus mengacungkan jari tanda mengaku kalah.

dikutip dari : wikipedia.org

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sejarah Olimpiade Kuno

Sejak ribuan tahun lalu bangsa Yunani sudah mengenal olahraga dalam arti yang paling sederhana. Mereka melakukannya untuk kepentingan pasukan perang atau kemiliteran. Dengan berolahraga diharapkan para prajurit akan tangkas dan sigap dalam bertempur.
Olimpiade yang paling awal konon sudah diselenggarakan bangsa Yunani kuno pada tahun 776 Sebelum Masehi. Kegiatan itu diikuti seluruh bangsa Yunani dan dilangsungkan untuk menghormati dewa tertinggi mereka, Zeus. Zeus bermukim di Gunung Olimpus yang kemudian dipakai sebagai nama Olimpiade hingga sekarang.
Olimpiade kuno juga diselenggarakan setiap empat tahun, para olahragawan terbaik dari seluruh Yunani berdatangan ke arena di sekitar Gunung Olimpus. Mereka bertanding secara perorangan, bukan atas nama tim. Para atlet yang akan bertanding terlebih dulu berlatih keras selama sepuluh bulan di daerah masing-masing.
Dulu, di Yunani sering terjadi perang saudara, namun ketika pesta olahraga berlangsung, pihak yang bertikai melakukan gencatan senjata. Siapa yang melanggar konsensus akan dikenakan denda. Bangsa Sparta pernah diharuskan membayar denda karena melanggar gencatan senjata selama Perang Peloponnesus. Menjelang pertandingan, panitia pelaksana menyembelih babi kurban.

dikutip dari : wikipedia.org

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
bellachaesar. Powered by Blogger.